Keindahan Arboretum Sumber Brantas

Sumber Kali Berantas

JIKA berwisata ke Kota Batu, Malang, Jawa Timur, tujuan kita pasti menikmati suasana sejuk areal perkebunan apel dan aneka tanaman hortikultura. Namun, ada baiknya sekalian kita melongok juga ke Arboretum Sumber Brantas di sebelah timur kaki Gunung Anjasmoro.

Selain lokasinya yang indah dan menentramkan pikiran dan hati, kita juga mendapat pengetahuan lebih soal lingkungan. Pokoknya tak ada ruginya ke sana.

Selepas pertemuan konservasi di Prigen, Jawa Timur, bersama Forum Konservasi Satwaliar (Foksi), beberapa waktu lalu penulis bersama rekan harus menunggu jadwal kereta api tujuan Malang—Jakarta pada sore hari. Ada jeda waktu empat jam untuk menunggu.

Kang Deffan dari Bogor berinisiatif mengontak salah satu rekannya untuk menjadi guide kami menyusuri Malang hingga ke Kota Batu. Alhasil, hanya 30 menit, kami sudah berada di minibus milik papanya Riyoko dan Micuo. Ya, Riyoko dan Micuo adalah balita blasteran Indonesia-Jepang. Wajah mereka imut dan lucu, dan merekalah yang menemani perjalanan kami.

Namun, hanya beberapa rekan saja yang memilih touring ke Batu, yakni penulis, Kang Deffan, Reni, dan Titik. Rekan lainnya memilih ngendon di Malang. Sebetulnya jarak Malang ke Batu tak begitu jauh, cuma ditempuh dengan 30 menit (catatan: lalu lintas lancar). Maklum, Malang termasuk kota yang padat.

Papa Riyoko dan Micuo memang menguasi medan, sebab kami diajak menggunakan jalan tikus untuk sampai ke Batu. Sampai di perbukitan, kami langsung membuka jendela dan mematikan AC untuk menikmati sejuknya udara Batu pada siang hari.

Jalan di Batu termasuk jalan yang tak begitu lebar, kami harus memarkirkan kendaraan hingga mepet jalan saat hendak mengambil foto dan melihat para petani yang memanen apel, wortel, dan kentang. Tak lupa, kami pun membeli apel malang yang baru saja dipetik petani sebagai oleh-oleh.

Dari sana, kami diajak menyusuri perbukitan lagi, menuju Arboretum Sumber Brantas. Letaknya lebih kurang 18 km sebelah utara Batu, tepatnya di Dukuh Sumber Brantas, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Di sinilah lokasi salah satu mata air Kali Brantas yang selanjutnya mengalir melalui Malang, Blitar, Kediri, Jombang, Mojokerto, Surabaya, dan bermuara di Selat Madura.

Apa itu arboretum? Dalam bahasa Latin, arboretum berasal dari kata arbor yang berarti pohon, dan retum yang berarti tempat. Sedangkan arboretum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan.

Di ketinggian 1.500 dpl, kesejukan dan keindahan langsung terlihat. Kami mampir dulu di kantor untuk meminta izin memasuki arboretum. Di sana ada petugas yang berjaga, Sukarman. Kami pun mengutarakan kedatangan kami dan ngobrol mengenai lokasi ini.

Menurut Suwanda, nama Arboretum Sumber Brantas diberikan Menteri Kehutanan RI (saat itu Ir. Hasrul Harahap) saat berkunjung ke Sumber Brantas pada 1989. Lalu, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 631 Tahun 1986, lokasi kawasan mata air Sumber Brantas ditetapkan sebagai daerah suaka alam dalam wilayah tata pengairan Sungai Brantas.

Aliran Kali Brantas sangat bermanfaat bagi penduduk sekitarnya, yakni sebagai pemasok irigasi air pertanian, sarana transportasi, dan berbagai keperluan lain. Hingga kini aliran air Kali Brantas tetap menjadi tumpuan hidup sebagaian besar masyarakat Jatim.

Kami pun diizinkan melongok ke dalam. Sungguh, pemandangan indah yang kami temui. Jalan setapak menuju sumber mata air dipenuhi dengan bunga warna-warni. Persis seperti di taman bunga yang di sisinya ada aliran sungai yang mengalir. Kala itu aliran sungainya kecil sekali.

Usai disuguhi pemandangan indah, sampai juga kami ke lokasi sumber air. Wah, kecil sekali. Penulis sampai tak menduga jika dari mata air inilah sumber air Kali Brantas.

Tetesan air dengan debit 0,5 liter/detik mengucur di lubang sumur yang cuma berdiameter 1 meter. Airnya jernih dan sejuk sekali. Konon, sumber air ini diyakini punya khasiat membuat awet muda. Namun, penulis lebih yakin jika air ini memberikan kesegaran di wajah saat membasuhnya.

Usai dari mata air, kami menelusuri kawasan ini. Wah, banyak sekali pepohonan di areal ini, seperti kayu manis (Cinnanonum burmani), kayu putih (Eucalyptussp), gagar (Fraxinus griffiti), cemara duri (Araucaria sp), cemara gunung (Casuarina junghuhniana), kina (Chinchona sp), cempaka (Michelia champaka), senaon (Albizziafalcata), pinus (Pinus merkusii), klerek (Curciligo sp), beringin (Ficus benjamina), damar (Agathis alba), dan masih banyak lagi.

Kami juga melintasi jembatan kayu, dan saat pulang kami melintasi jalan setapak yang tertutup lumut hijau dengan rimbunan pohon di sisi kiri dan kananya, membentuk lorong. Wow! Indah dan romantis sekali suasananya, seperti dalam dongeng. Rasanya lokasi ini sangat cocok untuk pengambilan foto prawedding deh.

Sayangnya, banyak sampah plastik berserakan. Sampah ini berasal dari pengunjung yang tak patuh dengan ajakan membuang sampah pada tempatnya. Kami pun memunguti sampah-sampah itu. Rasanya ingin berlama-lama di sana, tapi waktu tak memungkinkan lagi, kami pun beranjak pulang. Lain waktuppenulis akan singgah lagi ke sini. (SRI AGUSTINA)

Explore posts in the same categories: Uncategorized

2 Komentar pada “Keindahan Arboretum Sumber Brantas”

  1. novi Says:

    Tq, tulisan Anda membantu sy mengenal sumber brantas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: