‘Klenang-klenong’ DPR

October 25, 2010

DI tengah hujaman kritik tentang kinerja wakil rakyat oleh banyak kalangan, ternyata para Dewan yang terhomat (DPR) itu malah asyik dan sibuk dengan rencana jalan-jalan berbalut studi banding.
Jika sebelumnya mereka yang terhomat ini “jalan-jalan” ke Negeri Paman Sam untuk belajar tentang agama, kali ini akan klenang-klenong (jalan-jalan, red) ke Yunani. Tujuannya untuk belajar tentang etika.
Waw! Luar biasa! Padahal di negeri ini sedang menumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan termasuk perlunya urun rembuk anggota Dewan.
Rencana studi banding ke Yunani ini pun menuai banyak kecaman. Termasuk di dunia maya.
“Busyet dah, tuh anggota DPR ngapain ya ngabisin uang Rp2,2 miliar untuk studi banding soal etika ke Yunani. Apa enggak mikir ya mereka, kalau rakyatnya masih butuh perhatian dan uang itu bisa untuk kesejahteraan rakyat!”
Itu adalah status yang dibuat seorang rekan di jejaring sosial dunia maya. Dan ternyata responsnya amat banyak.
Saya tersenyum kecut dan ikut mengomentari juga karena geregetan (bukannya lagu Sherina lo). Dan tanpa sengaja, saya iseng membuat semacam polling secara cepat dari respons tentang status tersebut. Hasilnya cukup fantastis, 80% menghujam secara pedas, sisanya mengkritik secara halus dan hanya ada satu respons yang menyambut positif “jalan-jalan” anggota Dewan tersebut dan itu pun dengan catatan.
Memang, polling yang saya lakukan ini jauh dari standar survei. Namun, setidaknya itu bisa menjadi cermin buat wakil rakyat. Karena responden yang memberikan tanggapan pun dari beragam kalangan dan lintas daerah.
Di sinilah harusnya para wakil rakyat menjadi peka terhadap amanah yang diembannya, bukan semata untuk “bersenang-senang” atas nama pekerjaan terlebih lagi biaya perjalanan itu didanai oleh uang rakyat.
Bayangkan saja, jika uang sebesar Rp2,2 miliar yang diperuntukan 8 anggota DPR untuk perjalanan selama kurang lebih sepekan itu dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur daerah. Wasior, misalnya, butuh banyak biaya untuk rehabilitasi pascabanjir bandang.
Dan tak usah jauh-jauhlah, jika dana Rp2,2 miliar itu untuk memperbaiki jalan di trans-Sumatera, minimal dari Bandar Lampung ke Bakauheni saja, pasti lebih bermanfaat karena ini menyangkut kemaslahatan dan hajat hidup banyak orang.
Bayangkan saja, ratusan kendaraan dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya, pasti melintasi jalan tersebut tiap harinya yang kondisinya memprihatinkan. Nah, jika jalan tersebut diperbaiki, arus lalu lintas lebih lancar dan biaya ekonomi tinggi tak lagi dirasakan pengguna jalan.
Hmmm…namun, apakah pemikiran saya ini didengar oleh mereka dan mendapat tanggapan? Wallahualam. Ah, biarlah, yang penting sebagai rakyat saya sudah menyampaikan aspirasi.***
jalan rusak di kotaku. dok.lampungpost jalan rusak di kotaku.

Explore posts in the same categories: Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: